DOAKU

Ice Breaks In Your Life_Malang : 
Tiada kekasih yang membuat ciumanku menjadi kerinduannya setiap hari
Tiada tangan yang melintasi meja untuk menggapaiku.
Tiada bayi tercinta yang menyusui di dadaku
Tak seorang pun membutuhkan cintaku
Dimanakah tanda bahwa ALLAH, Bapaku, mengasihi aku?
Tentulah DIA menciptakan rasa sayang yang besar ini mengalir.
Bagaimana bisa terjadi di mana tiada seorang pun yang menginginkanku telah menjadi milikku?

Mengapakah aku mengatakan kepada mereka, “Tidak”?
Tetapi apakah semua itu penting, semua pertanyaan Mengapa itu?
Dapatkah semua jawaban merenggut rasa sakit, atau semua alasan mengeringkan mataku.
Walaupun berasal dari ruang surga? Tidak, aku akan menangis lagi.
ALLAHku, Engkau menyelamatkanku dari jurang neraka yang gelap;
Oh, selamatkanlah aku dari tirani!
 
Sebelum angin yang bertiup reda,
Ajarkan aku untuk berdiam dalam ketenangan-MU:
Sebelum kesakitan berlalu dalam damai,
Biarkan aku, ya ALLAH, untuk menyanyikan Mazmur.
Jangan biarkan aku kehilangan kesempatan untuk membuktikan
Kepenuhan dari kasih yang memampukan.
Oh, ALLAH yang kasih, lakukanlah hal ini untukku:
Mempertahankan kemerdekaan yang tetap.

Berikan aku kasih yang menunjukkan jalan,
Iman sehingga apapun tidak dapat mencemaskan,
Harapan di mana tidak ada keputusasaan yang melelahkan,
Gairah yang menyala seperti api,
Jangan biarkan aku tenggelam sebagai gumpalan
Jadikan saya bahan bakar-MU, sebuah api ALLAH.
 
Dengan kurang berpikir dan tangan yang tidak sabar,
Kami mengacaukan rencana yang TUHAN telah buat.
Dan saat kami menangis dalam kegagalan, IA berkata,
“Tenanglah, anak-KU, AKU sedang melepaskan simpulnya.”

“TUHAN, aku bersedia,
Aku bersedia untuk menerima apa yang ENGKAU berikan.
Aku bersedia untuk mengurangi apa yang ENGKAU batasi.
Aku bersedia untuk melepaskan apa yang KAU ambil.
Aku bersedia untuk menderita sesuai apa yang KAU kehendaki.”
Jadilah kehendak-MU, TUHAN! Jadilah kehendak-MU.
ENGKAUlah Sang Tukang periuk, dan akulah tanah liatnya.
Bentuk aku dan jadikan aku, seturut kehendak-MU,
Sementara aku menanti, berserah, dan berdiam.
 
Rasa sakit mengetuk pintuku dan berkata bahwa ia harus datang dan tinggal;
Dan sekalipun aku tidak menyambutnya tetapi mengenyahkannya, Ia masuk. 
Dan seperti bayang-bayangku sendiri, ia mengikutiku,
Dan dari tikamnannya, pedang yang menyebabkan pedih, tak satu momen pun aku bebas.
Dan kemudian satu hari yang lain mengetuk sangat lembut di pintuku
Aku berkata: “Tidak, rasa sakit ada di sini. Tidak ada kamar yang lebih.”
Kemudian aku mendengar suara-NYA yang lembut, “Ini Aku, jangan takut.”
Dan sejak hari itu Ia masuk - Ah, IA membuat sesuatu yang lain!

‘TUHAN, aku tidak merasa ingin berdoa saat ini, tetapi dengarlah doaku, TUHAN. 
Aku akan mempercayai-MU sekalipun air sedang pasang, dan aku sudah berada di ujung jari. Aku akan mempercayai-MU, sekalipun tampaknya membutuhkan waktu untuk selamanya berpegang pada janji-MU. 
Aku akan mempercayai-MU sekalipun mencari jalan pintas. 
Aku tidak akan mengambil pilihan menurut kedagingan. 
Aku tidak akan menarik diri dari peperangan. 
Aku akan mempercayai-MU!”

 ALLAH bekerja dalam suatu cara yang misterius,
Di mana keajaiban-keajaiban-NYA tampak;
DIA menjejakkan langkah kaki-NYA di dalam samudera,
Dan mengendarai badai.
Begitu dalamnya tiada terukur
Dengan keahlian-NYA yang tidak pernah gagal,
DIA mengubur rancangan cemerlang-NYA,
Dan mengerjakan kehendak-NYA yang kekal.

Ditekan keluar dari takarannya dan ditekan sampai ke semua arah;
Ditekan dengan begitu kuat hingga nampak melampaui kekuatan.
            Ditekan ke dalam tubuh dan ditekan hingga ke jiwa;
            Ditekan ke dalam pikiran hingga gelombang pekat bergulung;
Ditekan oleh musuh-musuh, dan ditekan oleh teman-teman;
Ditekan oleh tekanan, hingga hidup nyaris berakhir.
            Ditekan hingga mengasihi pekerja dan anak kita;
            Ditekan hingga mengetahui tidak ada penolong lain selain ALLAH.
Ditekan ke dalam kemerdekaan di mana tidak ada tempat untuk bergantung;
Ditekan ke dalam iman untuk hal-hal yang mustahil
            Ditekan hingga menjalani kehidupan di dalam TUHAN;
            Ditekan hingga hidup dalam kehidupan KRISTUS yang berkelimpahan.

Ketika aku panik, aku lari.
Ketika aku lari, aku kalah.
Ketika aku kalah, ALLAH menanti.
Ketika aku menanti, DIA berperang.
Ketika Dia berperang, DIA menang.
Dan ketika DIA menang, aku belajar.

Salam Persahabatan


Ice Breaks In Your Life
Share this article :
 

+ comments + 1 comments

29 January 2012 at 13:11

nice...

Post a Comment

# BERIKANLAH KOMENTAR YANG MEMBANGUN
# PERGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR
# KOMENTAR SESUAI DENGAN ISI POSTINGAN
SAYA AKAN BALAS SESEGERA MUNGKIN. TERIMA KASIH
DAMAILAH INDONESIAKU

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ice Break In Your Life - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger