Teman Yang Terlupakan

Ice Break In Your Life_ Malang  : Sobat blogger sekalian, seringkali kita melupakan teman-teman yang ada disekitar kita hanya karena kita terlalu sibuk dan fokus dengan urusan mencari uang. Ketika uang menjadi tujuan utama hidup kita, maka tidak ada lagi kesenangan di dalamnya. Teman, keluarga apalagi orang-orang dipinggir jalan menjadi begitu tak berarti. Segala sesuatu kita ukur dengan uang dan waktu. Bersantai sejenak, dianggap buang waktu. Ngobrol dengan teman sejenak, dianggap tidak penting. Hemm..
Image result for gambar teman yang terlupakanSuatu ketika saya berkenalan dengan seorang teman di facebook. Teman ini memiliki warung dipinggir jalan. Jam kerja dia dimulai dari pukul 16.00 sampai dengan 04.00 WIB. Keren bukan? 12 jam dia ada di jalanan.
Dia seorang wanita dengan 3 orang anak yang masih kecil. Setiap kali membuka warung, ada seorang lelaki yang selalu menemaninya. Sebuah tenda kecil, dengan meja di sudut sana. Di atas meja, diletakan jajanan kue-kue kecil. Tenda biru yang sudah bolong-bolong sehingga jika hujan pastilah basah semua jajanannya. Diterangi oleh lampu 5 watt sehingga terangnya pun tidak mampu untuk menerangi seluruh area itu. Hanya lampu jalan ataupun lampu-lampu dari mobil yang berseliweran dengan suara klakson yang membuat bising yang bisa diandalkan untuk menerangi tempat itu.
Di atas trotoar, digelar mungkin 5 atau 6 tikar sebagai alas jika ada pengunjung yang datang untuk sekedar santai dan minum kopi di tenda temanku ini. Di dalam tenda sendiri, ada sebuah meja kecil yang dipakai untuk meletakkan kompor. Kompor ini akan menyala jika ada pelanggan yang memesan kopi atau susu. Di atas di ikatkan sebuah tali sebagai tempat untuk menggantungkan berbagai jenis kopi, lebih tepatnya merek kopi yang sudah teman-teman semua kenal di TV ketika duduk santai menonton acara tv dan iklannya muncul..
Temanku ini seringkali datang bersama ketiga anaknya. Dan anak yang paling kecil masih berumur 6 tahun. Biasanya jika capek dan ngantuk, mereka bertiga bersama ibu mereka berbaring-baring sejenak di atas tikar yang digelar tepat dibelakang tenda. Angin malam yang dingin begitu menusuk tapi mereka cuek saja. Asap mobil dan motor yang lalu lalangpun tidak dihiraukan. Mereka terlihat begitu menikmati hidup.
Suatu ketika saya bermain di tenda teman saya ini. Dan kamipun terlibat perbincangan yang dalam. Dia mulai bercerita tentang hidupnya. Dibalik ketegaran seorang wanita, seorang ibu, tersimpan begitu banyak kesedihan dan duka. Tapi dia tidak ingin menunjukkan kepada dunia, kepada anak-anaknya, kepada pengunjungnya wajah sedih itu. Dia selalu tersenyum dan tersenyum kepada siapapun bahkan itu kepada orang yang tidak dia kenal.
Kadang-kadang ada tamu yang datang dan memesan kopi, ceritapun terhenti sejenak. Saya mulai melihat pasangan muda-mudi yang menghabiskan malam, memadu kasih di warung kopi ini. Kadang juga saya melihat sekelompok anak muda dengan motor ataupun mobil yang sangat keren, parkir di depan area warung ini. Bercanda, tertawa, tapi mereka tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan oleh wanita muda ini. Yang ada di benak mereka, malam ini saya harus bersama teman-teman saya. Saya harus happy. Orang lain? Lewat aja dech.
Walau berat, temanku itu tidak pernah mengeluh. Dia selalu berkata pada saya dalam cerita-ceritanya, "bersyukur aja mas, masih dikasih kesempatan hidup." Semangat juangnya yang tinggi dibuktikan dalam sebuah kalimat ini yang penuh harapan "saya tidak ingin anak-anak saya seperti saya kelak, mereka harus hidup lebih baik dari yang sekarang". Sebuah doa yang keluar dari bibir mungil sambil menghisap sebatang rokok berkata lirih, "inilah hidupku, jalananlah tempat tinggalku"
Hemm... ketika orang lain sedang mengais rupiah di jalanan, kita justru menghambur-hamburkan rupiah demi sebuah kesenangan sesaat. Teman saya merupakan sebagian kecil dan cerita besar yang ada di sekeliling kita. Kita saja yang seringkali tidak peduli dengan keadaan disekitar kita. Mereka adalah teman yang terlupakan. Teman yang tidak dipedulikan sama sekali..Masihkah sobat semua peduli???


Salam Persahabatan
Ice Breaks In Your Life
Share this article :
 

+ comments + 4 comments

15 February 2013 at 10:44

haha bener juga sih.. tapo tergantung tingkat kesetiaaan.

15 February 2013 at 14:08

Miz Tia...
Terima kasih sudah berkunjung...
1000 teman masih kurang dan 1 musuh itu sudah sangat banyak...

25 February 2013 at 01:03

wah bener banget nih sob eh ya folow 20 succes sob di folback ya

7 April 2013 at 09:45

.: Artikel yg menarik, mudah2an kita semakin perduli dengan lingkungan di sekitar kita...^_^

Post a Comment

# BERIKANLAH KOMENTAR YANG MEMBANGUN
# PERGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR
# KOMENTAR SESUAI DENGAN ISI POSTINGAN
SAYA AKAN BALAS SESEGERA MUNGKIN. TERIMA KASIH
DAMAILAH INDONESIAKU

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ice Break In Your Life - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger