Latest Post

Jangan Menghakimi

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. —Matius 7:1
Saya sering tergesa-gesa menghakimi orang-orang yang berjalan kaki sambil menatap ponsel mereka. Saya pikir, bagaimana mungkin mereka begitu masa bodoh dengan mobil yang lalu-lalang dan bisa saja menabrak mereka? Tidakkah mereka peduli dengan keselamatan mereka sendiri? Namun suatu hari, saat menyeberangi jalan menuju suatu gang, saya begitu terpaku pada sebuah pesan di ponsel sampai-sampai saya tidak menyadari mobil yang datang dari sisi kiri saya. Syukurlah, pengemudi mobil itu melihat saya dan berhenti saat itu juga. Namun, saya merasa malu. Tadinya saya pikir saya ini lebih baik daripada orang lain, tetapi kini semua penghakiman yang saya lontarkan kepada mereka berbalik kepada saya. Saya telah menghakimi orang lain karena satu hal, tetapi ternyata saya sendiri melakukan perbuatan yang sama.
Kemunafikan saya adalah perbuatan yang ditegur Yesus dalam Khotbah di Bukit: “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Mat. 7:5). Ada “balok” besar di mata saya—sebuah kekurangan dalam diri yang tidak saya sadari tetapi yang saya pakai untuk menghakimi orang lain.
“Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi,” kata Yesus (7:2). Saat membayangkan kembali raut wajah kesal pengemudi yang berhenti mendadak saat saya melintas di depan mobilnya hari itu, saya diingatkan pada kejengkelan yang saya tunjukkan kepada orang lain yang sedang asyik dengan ponsel mereka.
Tak satu pun dari kita sempurna. Namun, terkadang saya melupakan hal itu ketika saya begitu tergesa-gesa menghakimi orang lain. Kita semua sungguh membutuhkan anugerah Allah. —Linda Washington
Bapa Surgawi, tolonglah aku agar lebih cepat menghibur atau menguatkan sesamaku daripada menghakimi mereka.
Janganlah tergesa-gesa menghakimi orang lain.

sumber : warungSATEkamu.org
 

PERSIS SEPERTI DI IKLAN

Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. —Yohanes 16:33


Dalam suatu liburan, saya dan suami mendaftarkan diri mengikuti wisata arung jeram santai di Sungai Chattahoochee, Georgia, Amerika Serikat. Hari itu saya mengenakan sandal, gaun terusan santai, dan topi lebar. Betapa kagetnya kami saat mengetahui bahwa wisata itu akan melewati sebuah jeram kecil yang cukup deras. Itu tidak ada di iklan yang kami lihat! Syukurlah kami serakit dengan pasangan yang sudah cukup berpengalaman mengarungi jeram. Mereka mengajari suami saya dasar-dasar mendayung dan berjanji mengarahkan kami untuk tiba di tujuan dengan selamat. Meski memakai pelampung, saya tetap menggenggam erat pegangan plastik pada rakit itu sambil berteriak-teriak. Setibanya di tepian sungai yang berlumpur dan turun dari rakit, saya harus membuang air dari dalam tas, sementara suami membantu saya memeras ujung gaun saya yang basah kuyup. Kami sangat senang, meskipun perjalanan itu tidak seperti yang diiklankan.


Tidak seperti brosur wisata yang tidak mencantumkan detail penting tentang jalur yang akan ditempuh, Yesus secara gamblang memperingatkan murid-murid-Nya tentang kesulitan yang akan mereka hadapi. Dia mengatakan bahwa mereka akan dianiaya dan dibunuh, serta Dia sendiri akan mati lalu dibangkitkan. Namun, Yesus juga menjamin bahwa Dia dapat dipercaya dan akan memandu mereka menuju kemenangan yang pasti dan pengharapan abadi (Yoh. 16:16-33).


Mungkin lebih menyenangkan apabila hidup mengikut Yesus berjalan mulus, tetapi Dia jelas mengatakan bahwa murid-murid-Nya akan menghadapi berbagai kesulitan. Namun, Dia berjanji untuk selalu menyertai kita. Kesulitan-kesulitan itu tidak menentukan, membatasi, atau menggagalkan rencana Allah bagi kita, karena kebangkitan Yesus telah mengarahkan kita pada kemenangan abadi. —Xochitl Dixon


Tuhan, kami bersyukur untuk firman-Mu yang meyakinkan kami bahwa apa pun yang terjadi, Engkau telah merancang jalan kami dan selalu menyertai kami.

Yesus berjanji menyertai kita menghadapi terjangan gelombang kehidupan

Sumber : www.warungSATEkamu.org

 

DALAM KEBENARAN

Ia membaharui Engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai. —Zefanya 3:17


Bertahun-tahun lalu, saya pernah menghadiri pernikahan dari sepasang mempelai yang berasal dari negara yang berbeda. Perpaduan budaya seperti itu memang indah, tetapi perayaan tersebut mencampur unsur tradisi Kristen dengan ritual-ritual dari sebuah kepercayaan lain yang menyembah dewa-dewa.


Zefanya mengutuk keras tindakan mencampur kepercayaan lain dengan iman kepada satu-satunya Allah yang sejati (biasa disebut sinkretisme). Bangsa Yehuda telah menyembah Allah sekaligus mengandalkan Dewa Milkom (Zef. 1:5). Zefanya menyebutkan bagaimana bangsa itu menyerap budaya yang tidak mengenal Allah (ay.8) sembari memperingatkan bahwa sebagai akibat dari perbuatan itu, Allah akan membuang mereka dari tanah air mereka.


Meski demikian, Allah tidak pernah berhenti mengasihi umat-Nya. Penghakiman-Nya dimaksudkan agar mereka menyadari kebutuhan mereka untuk berpaling kepada-Nya. Zefanya pun mendorong bangsa Yehuda untuk mencari keadilan dan kerendahan hati (2:3). Kemudian Tuhan berjanji akan memberi mereka pemulihan di masa mendatang: “Pada waktu itu Aku akan membawa kamu pulang, yakni pada waktu Aku mengumpulkan kamu” (3:20).


Sinkretisme seperti yang terjadi pada pesta pernikahan yang saya hadiri itu memang sangat disesali. Namun pada kenyataannya, kita semua bisa dengan mudahnya mencampuradukkan kebenaran Allah dengan keyakinan-keyakinan lain dalam budaya kita. Kita membutuhkan tuntunan Roh Kudus untuk menguji keyakinan kita dengan kebenaran firman Allah dan memegang kebenaran itu dengan penuh keyakinan dan kasih. Allah Bapa kita menerima siapa saja yang menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran (lihat Yoh. 4:23-24). —Tim Gustafson


Saat ada dalam masalah, ke mana aku berpaling? Krisis menyingkapkan siapa yang sesungguhnya kuandalkan. Apakah aku beriman sepenuhnya kepada Allah? Pergumulan apa yang patut kuserahkan kepada-Nya hari ini?

Allah selalu siap mengampuni dan memulihkan umat-Nya.

Sumber www.warungSATEkamu.org

 

Menemukan Yang Luar Biasa Dalam Hal Yang Biasa

Ilustrasi oleh Lara Sim
Sama seperti membuat pilihan makanan bergizi dan menjalani gaya hidup aktif akan menjaga tubuh fisik kita tetap sehat, ibadah sehari-hari juga akan menjaga kesehatan rohani kita. Hal ini hanya akan terjadi jika kita melabuhkan hati kita di dalam Firman Tuhan dan membuka telinga kita untuk mendengar suara Tuhan.
Dibutuhkan komitmen dan disiplin tertentu untuk menyediakan waktu ibadah sehari-hari dan kadang kita menganggap bahwa ibadah di hari Minggu saja sudah cukup. Meskipun penting untuk bergabung dengan saudara dan saudari seiman dalam kebaktian bersama dan belajar Alkitab, tetapi menghabiskan waktu bersama Tuhan setiap hari, menyelaraskan hati dan pikiran kita kepada firman-Nya – melalui membaca dan berdoa, juga sama pentingnya.

Keintiman dengan Tuhan
Saat teduh adalah waktu khusus di mana kamu dapat melakukannya di mana pun. Kamu bisa melakukannya dengan memuji Dia, menuliskan apa yang kita dapatkan dari firman-Nya, atau dengan berdoa di bangku taman. Bagaimana kita dapat menemukan cara yang berbeda untuk menghabiskan waktu bersama Tuhan dan memperdalam keintiman kita dengan-Nya?

Fokus dengan Tuhan
Saat teduh berarti menyediakan waktu untuk sepenuhnya bersama Tuhan.
Bagaimana kita bisa memberikan perhatian sepenuhnya kepada-Nya tanpa membiarkan diri kita terdistraksi dengan gangguan di sekitar kita?

Mendengar Tuhan
Saat teduh adalah percakapan dua arah. Seperti kita suka memberi tahu Tuhan tentang apa yang ada di hati kita, Tuhan juga suka berbagi apa yang ada di hati-Nya dengan kita. Bagaimana kita menenangkan hati kita untuk mendengar suara-Nya dan menanggapi firman-Nya?

Firman Tuhan setiap hari
Saat teduh adalah waktu kita menyantap firman-Nya dan bertumbuh dalam relasi kita dengan-Nya. Bagaimana kita dapat bertumbuh jika kita tidak menyantap firman-Nya secara rutin?
 

Sangat Nekat!! 2 Anak Muda Ini Maju Jalur Perseorangan Di PILGUB Maluku

Ambon_ : Berbagai nama dan konsep dilambungkan, tapi esensinya selalu sama: dari, untuk dan oleh elit. Hal inilah yang membuat Pais Elpidos Larwuy, STh dan Ronald Kneefel, SH memberanikan diri maju sebagai calon Gubernur dan WaGub Maluku 2018-2023 melalui jalur perseorangan.
Namun upaya 2 anak muda itu kandas di tengah jalan saat KPUD menolak berkas dokumen dukungan perseorangan. Menurut  Komisioner KPU Maluku, La Alwi, KPUD menolak berkas mereka karena telah melewati batas waktu “3 menit” yg telah ditetapkan yakni 24.00.
Meski ditolak sebagai anak muda Maluku  mereka mengaku mendapat pelajaran politik yang berharga. Mereka sangat menghargai UU dan system yang ditegakan. Ini baik agar melahirkan pemimpin yang baik bagi Maluku ke depan ujar Pais Elpidos Larwuy.
Pria kelahiran Ambon 1 September 1978 yang akrab dipangil elv  ini juga menyatakan bukan masalah lolos atau tidak lolos,  dipilih atau tidak terpilih Namun langkahnya mencalonkan diri sebagai Gubernur lebih memberikan pembelajaran bagi anak muda untuk tidak takut berpolitik.
Menurut pria penggiat fotografi ini, sebenarnya tidak semua anak muda apatis dengan politik. Banyak anak muda yang tertarik politik, tapi seperti yang kita tahu bahwa politik itu selama ini dipandang sebagai sesuatu yang jauh untuk dicita-citakan, seolah-olah kalau bukan anak dari tokoh partai politik, bukan keluarga elite, bukan keluarga pengusaha kaya, itu susah sekali untuk terjun ke partai politik. Saya ingin sekali memberanikan diri untuk terjun ke politik agar dapat mematahkan stigma itu dan agar anak-anak muda yang lain bisa tahu kalau Elv saja bisa, kenapa yang lain tidak bisa untuk terjun ke politik dan membawa perubahan di negeri ini.
Sementara Ronald Kneefel mengaku setelah Golput selama 15 tahun, akhirnya ia menemukan  komunitas “orang gila” yang berpolitik dengan cara baru dan beradab. Hal inilah yang membuat pria pemilik Royal Kingdom Residence-Lateri, Ambon ini memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman nya di dunia bisnis real estate dan terjun dalam politik bersama komunitas anak muda Maluku. “1000 org tidak percaya pada kemampuan kita, tak masalah.. Tapi kalau kita tidak percaya pada diri sendiri, itu baru bencana!" pesannya pada anak muda di Maluku (RK)

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ice Break In Your Life - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger